SDN 004 Sangatta Utara

Jl. Yos Sudarso III, Kutai Timur

Profesional, Kompetitif, Berkarakter dan Berbudaya Lingkungan

Kepala Sekolah SDN Inklusif

Sabtu, 15 Desember 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 154 Kali

ALLAH menciptakan manusia di muka bumi ini tidak ada yang malas dan bodoh. Baik itu sempurna dalam penciptaannya maupun ada kekurangan. Semuanya masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Yang sempurna fisik belum tentu sempurna akalnya, begitupun sebaliknya.
 
Tinggal bagaimana orang tersebut mengelola kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk menjadi kesempurnaan yang hakiki. Bukankah Allah pernah berkata, dirinya tidak akan campur tangan untuk merubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang akan merubah dirinya.
 

Jadi semua fasilitas yang diberikan Allah ke manusia baik itu mata, telinga, tangan dan akal bertujuan agar manusia mencari potensi dan kelebihan yang tersembunyi masing-masing. Jika ihtiar dan doa digalakkan, maka potensi tersebut akan terkuak selebar-lebarnya.
 
Namun jika sebaliknya, maka niscaya antara orang yang sempurna ciptaannya dan memiliki kekurangan tidaklah ada perbedaan sedikitpun. Bahkan, tak jarang, orang yang memiliki kekurangan fisik lebih unggul dibandingkan dengan orang yang sempurna.
 
Bermodalkan pemahaman yang sederhana itulah, Sekolah SDN 004 Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara  itu bersumpah bahwasannya tidak halal baginya jika membeda-bedakan manusia satu dengan yang lainnya. Karena semua manusia sama dan tidak ada perbedaan sedikitpun. Yang membedakan hanya hasil perjuangan positifnya selama didunia.
 
Untuk itulah, tidak ada alasan baginya untuk menghalangi ciptaan Allah yang akan menuntut ilmu disekolah yang dipimpinnya. Baik itu, sempurna fisiknya, cacat fisiknya, buruk rupanya, dan kekurangan jenis lainnya, semuanya akan diterima tanpa ada syarat-syarat dan pengecualian sedikitpun.
 
”Mereka semua ciptaan Allah dan amanah undang undang.  Baik anak ABK, Autis, Down Syndrome, kelainan fisik, hyper aktif, kesulitan bicara dan semua yang berbau kekurangan. Jadi kita tidak ada membedakan, tidak melihat fisik, tidak pandang bulu, semuanya kita terima dengan baik tanpa melihat latar belakang,”ujar Haryono, Kepala Sekolah SDN 004 Sangatta Utara itu.
 
Bahkan, 30 murid yang berkebutuhan khusus tersebut, tidak dipisahkan dengan murid-murid normal lainnya. Namun disebar disetiap ruangan  sesuai dengan kelas masing-masing. Hal ini dimaksud agar anak berkebutuhan khusus lebih dapat bersosialisasi dengan anak-anak normal dan mendapatkan pengalaman hingga suasana baru lainnya. Kemudian, tujuan lainnya juga dimaksud agar kemandirian anak dapat terbentuk dengan sendirinya.
 
Tidak hanya itu, kurikulum pembelajaran juga tidak dipisahkan satu dengan yang lainnya. Hanya saja, untuk anak normal wajib mengikuti kurikulum, namun untuk berkebutuhan khusus, kurikulum yang mengikuti alur ABK. ”Kita tanamkan kemandirian anak. Dalam satu kelas kita taruh 1 hingga 2 anak berkebutuhan. Tetapi untuk memantapkan penguasaan materinya, maka kita juga membentuk kelas sumber (khusus) untuk anak ABK 1 minggu sekali,”kata suami dari Aning Stiorini itu.
 
Lantaran sudah 5 tahun berbaur dengan anak-anak berkebutuhan khusus, maka semua tenaga pengajar merasa biasa dan tidak ada sedikitpun mengeluh untuk melayani semua kebutuhan ABK. Bahkan tak jarang, jika anak-anak ABK tersebut sudah selesai menempuh sekolahnya di SD 004, para guru merasa kehilangan. Hal ini menandakan bahwa, kecintaan sekolah maupun semua guru-guru di SD 004 terhadap anak-anak berkebutuhan khusus tidak diragukan lagi.
 
Tentu, sebelum menghadapi ABK, pihaknya juga perlu memberikan pembelajaran dan pengertian terlebih dahulu kepada semua guru. Baik metode mengajar maupun sikap guru terhadap ABK. Salah satu usaha yang dilakukan ialah dengan mengirim semua guru untuk mengikuti studi banding dan pelatihan metode mengajar ABK. Bahkan tak jarang, pihaknya mengundang konsultan dan psikolog untuk membantu dalam penanganan ABK.
 
 ”Kalau awal-awal anak kita disuruh duduk gak mau, ada yang lari-lari, diam dimeja dan bahkan ada yang ludahi guru. Tetapi itu semua dihadapi dengan sabar dan telaten.Ini tugas kita, ini diamanahkan undang-undang dan agama. Kita yakin, tidak ada yang tidak bisa kita rubah. Semuanya bisa diselesaikan jika ada usaha dan doa. Hasilnya, hampir semua anak kita yang ABK memiliki kecerdasan istimewa.”kata bapak 4 anak itu.
 
Namun sayang, sekolah yang sudah menerima ABK selama 5 tahun itu belum sepenuhnya diberikan sarana dan prasarana yang memadai.”Kita butuh dukungan dan kontribusi semua pihak, kita butuh tenaga pendidik khusus, kita butuh peralatan khusus, dan tentunya kita butuh pembiayaan lebih untuk anak-anak kita ini. Seperti dana BOS khusus untuk anak ABK. Tetapi itu hanya harapan. Jika terkabul Alhamdulilah, jika tidak kita tetap berjalan sebagaimana mestinya,”katanya.
 
Dirinya juga menghimbau kepada semua masyarakat yang memiliki anak ABK untuk tidak malu dan ragu menyekolahkan anaknya di sekolah umum. Khusus sekolahnya, dirinya mempersilahkan siapapun bisa masuk tanpa dipungut biaya ataupun tes masuk sekolah.”Orang tua harus tau, anak kita tidak ada yang bodoh, itu karunia terbesar yang diberikan Allah maka kita jaga dan berikan dia pelayanan yang terbaik. Silahkan masukkan kesekolah jangan dibiarkan. Kita akan tampung dan siap melayani sepenuh hati. Kita juga berharap sekolah lain menerapkan hal yang sama untuk menerima anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,”kata pria yang sudah 17 tahun mengabdi di Kutim itu. (*/dy)
 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Hery Junaidi, S.Pd

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur rahmat dan karunia Allah SWT sehingga saya mampu menuliskan kata sambutan Kepala sekolah dalam rangka…

Selengkapnya